1 Sam 4 : 1-11 ; Markus 1 : 40-45
“AKU mau, jadilah engkau tahir “
Seorang kusta datang pada Tuhan dan memohon dengan hati yang tulus dan penuh penyerahan seraya berkata “kalau ENGKAU mau ENGKAU dapat mentahirkan aku”.
Sungguh satu sikap yang penuh kerendahan hati dan percaya bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik pada semua orang. Maka tergeraklah oleh belas kasihan Yesus menjamah orang itu dan berkata “AKU mau, jadilah engkau tahir “. Tuhan ingin setiap kita menjadi tahir, menjadi kudus, menjadi tak bercacat di hadapan-Nya. Dan sembuhlah dia dari penyakit kustanya, Yesus memperingatkannya jangan memberitahukan kepada siapapun tetapi pergilah perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu sebagai persembahan, tetapi orang itu karena sangat bersuka cita dia pergi dan memberitakan kemana – mana.
Siapa saja yang berjumpa dengan Tuhan pasti mendapat berkat. Setiap orang yang mendapat berkat dari Tuhan pasti mengalami pemulihan, sehingga ada dorongan dari hatinya untuk selalu hidup kudus sebagai persembahan bagi Tuhan. Oleh karena itu, siapapun kita, bagaimanapun kondisi kita tidak ada kata terlambat untuk mulai hidup kudus, asal kita mau datang pada Tuhan dan memohon berkat-Nya, Tuhan pasti memberkati kita. Penyesalan boleh, tetapi janganlah kita tenggelam dalam penyesalan yang berlarut – larut, ini dapat mengakibatkan perasaan putus asa dalam hati kita, tetapi hendaklah setiap kita bangkit, datang dengan penuh penyesalan dan berharap kepada Tuhan. Kegagalan yang dialami, hendaklah tidak membuat putus asa, tetapi bangkitlah dan datanglah pada Tuhan dengan penuh pengharapan, sehingga akan memperoleh pengertian dan kekuatan yang baru bahwa setiap masalah yang dialami akan membawa kita semakin bertumbuh dalam rohani yang sehat, dengan demikian kita akan semakin dekat pada Tuhan untuk selalu hidup dalam kekudusan.
"Bapa di Surga, Engkau menginginkan kami cemerlang tanpa cacat dan celah.
Kami mohon rahmat-Mu dan bimbingan Roh Kudus, agar kami selalu menjaga kekudusan diri dalam situasi dan kondisi apapun. Amin"
Sumber: http://www.hidupygdiurapi.blogspot.com
Read more...
Rabu, 28 April 2010
Tidak Ada Kata Terlambat
Selasa, 27 April 2010
PENGIKUT KRISTUSKAH AKU?
Yoh 10:25
"Yesus menjawab mereka: Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku"
Sadar atau tidak sadar hidup kita sering tidak mencerminkan hidup bagi seorang Pengikut Kristus Sejati. Kita sama seperti orang Yahudi, dimana hidup kita memberikan cermin bagi orang lain bimbang atau masih mencari-cari Tuhan atau menantikan Mesias (Yoh10:24). Kita hanya pintar berkata-kata saja namun dalam tindakannya tidak mencerminkan makna dari kata-kata yang kita ucapkan.
Kita mengatakan Tuhan itu Kasih, tetapi dalam karya dan hidup kita tidak mencerminkan bahwa Tuhan itu Kasih. Kita katakan bahwa kita murid Yesus harus sabar namun dalam sikap hidup, kita sering kali menunjukkan ketidaksabaran. Kita percaya bahwa kita adalah gambar Allah (Imago Dei) (Kej 1:27). Bagaimana pertanggung jawaban bahwa kita segambar dengan Allah jikalau cermin (perkataan, karya, hidup) kita tidak seturut dengan Karakter Allah sebagai Sang Pencipta?
Yesus tidak hanya berkuasa dalam perkataan-Nya namun Yesus juga lebih banyak mengejawantahkan Firman-Nya dalam Karya-Nya dan Hidup-Nya kepada kita. Kesaksian Yesus tentang karakter Bapa kepada kita semua, Yesus ungkapkan kedalam karya-Nya dan hidup-Nya. Itulah maksud bahwa Bapa dan Yesus adalah satu (Yoh 10:30). Demikianlah seharusnya bahwa saya/kita dan Yesus adalah satu maka seluruh perkataan, karya, hidup saya/kita mencerminkan Kasih Bapa kepada manusia.
Salam,
Soejono
Read more...
Senin, 26 April 2010
Rahasia Kemuliaan Dibalik Perutusan
"Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan" (Kol 1 : 27)
Pernahkah kita membayangkan bahwa setiap misi perutusan yang kita jalani adalah tugas mulia yang penuh pengharapan hidup mulia bersama Allah?. Bila kita belum tahu, sekarang saatnya untuk kita memulainya. Karena Allah sendiri menjanjikan kemuliaan Nya untuk bisa kita nikmati bersama Nya. Dan lagi adanya jaminan bahwa Allah selalu berada ditengah-tengah kita dalam setiap karya perutusan. Sebenarnya tugas perutusan sendiri adalah tugas kita semua sebagai orang katolik, tugas Gereja yang merupakan panggilan rahmat yang identitasnya terdalam (EN, No 14) tapi semua itu dikembalikan pada pribadi kita masing-masing. Apakah kita mau menanggapinya, dan tergerak hati kita untuk memulai tugas mulia ini?
Apalagi yang kita tunggu, mari kita tanggapi rahmat dan panggilan perutusan ini dengan penuh rasa syukur, jangan ragu-ragu atau setengah-setengah dalam berkarya bagi kemuliaan namaNya, karena Tuhan selalu berada ditengah-tengah kita dan paling penting adalah jaminan kemuliaan dari Allah sendiri, karena Allah selalu menginginkan kesempurnaan Kristus bagi orang yang memuliakan namaNya.
Pintu Ajaib Kehidupan Kekal
Kita ini seperti domba-domba yang hidup dalam suatu pagar yang tinggi dan tembok-tembok yang kokoh. Pagar dan Tembok kita adalah Kesombongan kita (KiS 11:3, Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."), Keangkuhan (Kis 11:8-10) dan Kebebalan serta kekekerasan hati (Yoh 10:6).
Jika kita mau keluar dari pagar atau tembok dengan cara meloncat, kita pasti sakit bahkan kaki bisa patah. Kalau mau menghancurkan pagar atau tembok dengan membenturkan kepala kita, kepala kita bisa benjol. Kita tidak punya kekuatan untuk menghancurkan pagar dan tembok yang kita bangun. Kita bisa bangun pagar atau tembok tapi kita tidak dapat menghancurkannya. Dengan kuasa Tuhan Yesus Kristus saja, tembok dan pagar baru bisa dibobol. Dengan kerendahan hati dan mau mengaku kita telah berdosa, Tuhan akan menyucikan dari segala kejahatan (1Yoh 1: 9).
Dari sekian pagar atau tembok yang tertutup rapat, ada satu celah (pintu) yang dapat kita lewati untuk keluar ke padang rumput. Pintu itu adalah Tuhan Yesus (Yoh 10:9). Sebuah pintu memang lebarnya terbatas, namun terarah dengan jelas tujuannya. Jika kita masuk lewat Tuhan Yesus, kita akan selamat. Hanya masuk melalui Pintu Yesus, kita dapat masuk ke dalam kehidupan kekal. Itulah tujuan Yesus datang, supaya kita mempunyai hidup (Yoh 10:10b). Mari kita membuka pintu hati kita saat Tuhan mengetuknya.
Salam,
Soejono
Read more...
Minggu, 25 April 2010
Aku Mengasihimu
Kutersungkur di bawah kakiMu, Tuhan
Kumenangis sejadi-jadinya
sambil kucium kakiMu
Kumenjerit : 'Ampuni dosaku, Tuhan!'
Dengan lembut Kau berkata
'Bangunlah anakKu, Aku mengasihimu !'
Sambil kulihat wajahMu
Ku berbisik lirih : 'Ku tak pantas, Tuhan!'
Kau angkat aku yang lemah lunglai
Kau peluk aku dalam dekapan kasihMu
Serasa jiwa terbang melayang
Betapa besar kasihMu.
Sumber: Aku Mengasihimu
Read more...
